Mari Mengenal Karakteristik Generasi X, Y, Z, dan Alpha

karakteristik generasi X, generasi Y, generasi Z, generasi alpha
Photo by Rod Long on Unsplash

Kamu pasti sering kan memiliki perbedaan pendapat dengan orang tua? Jika iya, hal tersebut merupakan salah satu contoh bahwa perbedaan generasi dapat mempengaruhi seseorang dalam cara pandang dan pola berpikir. Pada artikel kali ini, Mila akan mengajak kamu untuk mengenal lebih jauh mengenai karakteristik generasi X, Y, Z, dan Alpha.

Pertanyaan utamanya adalah, kenapa setiap generasi bisa memiliki karakteristik yang berbeda-beda ya? Nah, jika kita berbicara tentang generasi, tentu mereka memiliki pengalaman tersendiri yang hanya terjadi pada generasinya saja. Maka, hal tersebut lah yang menyebabkan setiap generasi bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung. Karena sejatinya, kepribadian seseorang dapat terbentuk karena adanya bebagai faktor termasuk lingkungan di sekitar.

Lalu, seperti apa sih karakteristik generasi X, Y, Z, dan Alpha?

1. Karakteristik Generasi X

karakteristik generasi X, generasi X adalah, umur generasi X
Photo by Gus Moretta on Unsplash

Lahir pada tahun 1965 sampai 1980, generasi X adalah kelompok demografis setelah baby boomer dan sebelum milenium. Generasi ini biasa disebut dengan nama “Gen Bust” karena tingkat kelahiran secara substansialnya lebih rendah dari Baby Boomers. Generasi X adalah generasi yang lahir pada tahun-tahun awal perkembangan teknologi dan informasi seperti penggunaan PC, video games, TV cable, dan internet.

Sebagai remaja dan dewasa awal pada tahun 1980-1990an, generasi X dijuluki “Generasi MTV” yang dicirikan sebagai pribadi yang pemalas, sinis, dan tidak puas akan segala sesuatu. Beberapa pengaruh budaya pada generasi X muda adalah genre musik dengan identitas sosial-kesukuan yang kuat seperti hip-hop, punk, post-punk, dan heavy metal yang kemudian dikembangkan oleh generasi X sendiri seperti grunge, grindcore dan genre terkait lainnya.

Karakteristik generasi X juga dikenal dengan sifat skeptisnya yang cenderung ragu dalam bertindak atau mengambil keputusan. Selain itu, generasi ini juga dianggap sebagai generasi yang kurang berpartisipasi dalam bermasyarakat dan cuek pada isu-isu sosial di sekitar mereka.

Pada masa kini, generasi X sudah sepenuhnya terintegrasi ke dalam pasar kerja dan sedang berusaha untuk membangun dan meningkatkan karir mereka. Generasi X merupakan pribadi yang memiliki sifat kemandirian sangat tinggi. Maklum saja, mereka dibesarkan oleh orang tua yang sangat gila kerja (baby boomers) yang jarang berada di rumah.

Generasi X termasuk generasi yang sangat berfokus dengan pekerjaan seperti pendahulunya. Akan tetapi, generasi X lebih berhasil dalam menata pekerjaan dengan kehidupan pribadinya, sehingga memiliki work-life balance yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Karena melihat kedua orang tuanya yang banyak menghabiskan waktu untuk bekerja diluar rumah, generasi X mulai berpikir untuk berwirausaha atau bekerja dari rumah.

Baca juga: Seberapa Pentingkah Peran Keluarga dalam Proses Sosialisasi?

2. Karakteristik Generasi Y

Generasi Y, yang biasa dikenal dengan Generasi Milenial atau Milenium lahir pada tahun 1981 sampai 1996. Kebanyakan Milenial adalah anak dari baby boomer atau Generasi X awal. Istilah Milenial sendiri pertama kali diciptakan pada tahun 1991 oleh sejarawan Neil Howe dan William Strauss dalam buku mereka Generations. Kata ini muncul berdasarkan fakta bahwa generasi Milenial yang lebih tua akan lulus SMA pada tahun 2000.

Generasi Y lahir dan tumbuh disaat segala perubahan sedang terjadi secara signifikan. Generasi Y adalah generasi yang bisa dibilang cukup beruntung karena masih merasakan kekentalan budaya dan juga merasakan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Generasi ini sangat akrab dengan teknologi yang ditandai dengan peningkatan penggunaan internet, perangkat seluler, dan media sosial. Itulah mengapa mereka sering disebut dengan digital natives

Dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, para milenial cenderung lebih optimis dan memiliki keyakinan bahwa mereka berpotensi menjadi orang hebat. Mereka merupakan pekerja keras tetapi tetap menyisihkan waktu untuk kehidupan pribadi mereka. Karena dikenal dapat diandalkan dalam hal kedisiplinan dan soal pemanfaatan teknologi, generasi Y punya kepercayaan diri yang baik dan tetap menjunjung tinggi kritik dan saran dari orang lain.

Dengan keseimbangan gaya hidup yang mereka anut, para generasi Y cenderung mencari pekerjaan yang dapat menunjang gaya hidupnya dan tetap bisa melakukan hobi yang mereka suka. Atau istilah lainnya, milenial ini sangat ingin sekali dapat bekerja sesuai “passion”. Dalam melakukan pekerjaan, mereka lebih menyukai kelompok atau tim kerja, namun di sisi lain milenial merupakan generasi yang dinilai individualis. Karena bertumbuh di era informasi digital, mereka cenderung tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk mendapatkan segala jenis informasi. 

Generasi milenial merupakan generasi dengan tingkat kecemasan yang cukup tinggi. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Quartz pada tahun 2018 menemukan bahwa karyawan millenial dan beberapa Gen Z berusia antara 18 hingga 34 tahun mengalami kecemasan yang mengganggu pekerjaan dan depresi hampir dua kali lipat tingkat pekerja yang lebih tua. 

Generasi milenial juga merupakan generasi yang memiliki rasa kesepian cukup tinggi. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh YouGov, 30% milenial merasa kesepian karena tidak memiliki sahabat, teman dekat, ataupun kenalan. Penelitian yang dilakukan YouGov merujuk pada studi yang diterbitkan di Universitas Pennsylvania bahwa fenomena kesepian ini ada hubungannya dengan penggunaan media sosial.

3. Karakteristik Generasi Z

karakteristik generasi Z, generasi Z adalah, umur generasi Z
Photo by David Sager on Unsplash

Generasi Z lahir pada rentang tahun 1997 sampai 2012. Gen Z biasa disebut dengan istilah zoomers atau iGeneration karena memiliki kemahiran akan teknologi informasi dan mampu mengaplikasikan seluruh teknologi yang ada. Anggota gen Z tidak mengenal dunia tanpa smartphone atau media sosial. Ketika iPhone pertama kali dirilis pada 2007, gen Z tertua baru berusia 11 tahun, sehingga mereka mengetahui semua seluk-beluk teknologi seakan-akan kemampuan teknologi mereka adalah bawaan lahir.

Generasi Z adalah generasi yang dianggap sebagai masa depan ekonomi global karena mereka percaya pada keragaman, kesetaraan dan non diskriminasi dalam bermasyarakat. Generasi Z dikenal lebih mandiri daripada generasi sebelumnya. Mereka tidak menunggu orang yang lebih tua untuk mengajari hal-hal tertentu atau memberi tahu mereka bagaimana cara membuat keputusan. Apabila diaplikasikan ke dunia kerja, generasi ini akan memilih untuk bekerja dan belajar sendiri.

Generasi ini memiliki karakter yang optimis dan sangat terdorong dengan ambisi pribadi mereka. Gen Z juga menyukai kegiatan sosial dan sangat peduli terhadap lingkungan dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu faktornya karena mereka hidup pada masa dimana global warming atau climate change sedang menjadi topik yang sering dibahas.

Generasi Z cenderung kurang dalam berkomunikasi secara verbal, karena mereka adalah pribadi yang simple dan tidak bertele-tele yang menginginkan informasi selengkap mungkin dengan waktu sesingkat mungkin. Gen Z juga terbiasa dengan melakukan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan, karena mereka menginginkan segala sesuatu serba cepat.

Namun, ketergantungan teknologi khususnya media sosial membuat gen Z suka dengan sesuatu yang instan, cenderung keras kepala, dan selalu terburu-buru. Media sosial juga membuat generasi ini haus akan pujian yang menyebabkan mereka rela untuk mengeluarkan banyak uang untuk bersenang-senang dalam aktivitas sosial dan bergaul.

4. Karakteristik Generasi Alpha

Generasi Alpha lahir pada tahun 2013 sampai 2025. Dilansir dari Huffspot, kebanyakan generasi Alpha adalah anak-anak dari generasi Milenial dan adik dari Generasi Z. Generasi ini tumbuh dengan dikelilingi oleh teknologi sebagai hiburan disaat usia mereka yang terbilang masih sangat dini. Karena kebanyakan orang tua mereka adalah pengguna teknologi dan media sosial, generasi ini akan mengenali masa kecil mereka dengan tren yang sedang terjadi.

Lahir di zaman teknologi yang sedang berkembang sangat pesat. Anak-anak Alpha akan tumbuh dengan gadget ditangannya sampai-sampai tidak bisa hidup tanpa smartphone. Dilansir dari Business Insider, ketergantungan teknologi pada generasi Alpha membuat generasi ini menjadi paling transformatif dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Tumbuh dengan berbagai jenis informasi yang menyebar secara luas dan masif, generasi ini akan dihadapkan oleh tantangan untuk memilah-milih mana informasi yang benar dan mana yang salah. Dengan adanya hal ini, Gen Z diharapkan dapat membimbing generasi baru ini untuk bijaksana dalam menggunakan teknologi di masa depan.

Baca juga: Rasa Cemas Berlebihan, Baik Atau Buruk ?

banner social media

Baca juga artikel menarik yang telah disiapkan oleh rekan-rekan kami:

  1. Iniloh Ciri Ciri Orang Trauma! Apa Kamu Salah Satunya?
  2. 12 Ide Jualan Makanan Kekinian buat Si Hobi Masak
  3. Ini Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Leave a Reply